Honda Bakal Bangun Pabrik Motor Listrik di India

Motor listrik Honda. Foto: Honda

Honda Motor Company berencana mendirikan pabrik khusus sepeda motor listrik di India pada tahun 2028. Nantinya pabrik tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan di pasar domestik tapi juga akan memproduksi unit untuk ekspor ke negara lainnya.

Dikutip dari Autocar India, kemungkinan, pabrik Honda tersebut akan dibangun di kawasan Karnataka. Tujuannya untuk tambahan pabrik sepeda motor yang sudah ada di Narasapura di kawasan Bangaluru.

“Kami akan mulai dari memproduksi motor menggunakan baterai 4 kWh yang setara dengan motor berkapasitas 100 cc. Motor tersebut juga bisa diekspor,” kata Head of Motorcycle and Power Products Electrification Business Unit Honda Daiki Mihara dikutip dari Autocar.

Pabrik tersebut juga berencana memproduksi beragam model dengan menggabungkan beberapa platform. Tak cuma itu, Honda juga bekerja sama dengan produsen baterai dalam mengembangkan motor listrik.

Tujuannya, agar sesuai dengan karakteristik motor yang diproduksi. Sehingga komponennya bisa disesuaikan dengan motor listrik mereka.
Mihara juga mengatakan, pabrikan berencana mempromosikan penggunaan baterai sekunder guna mencapai netralitas karbon.

Garap Mobil Listrik, Polytron Gandeng Skyworth

Rencana Polytron mewujudkan mobil listrik pertamanya, tampaknya akan segera terealisasi. Belum lama ini induk perusahaan teknologi itu, PT Hartono Istana Teknologi menandatangi nota kesepahaman (MoU) dengan Skyworth Auto.

Dilansir Chinaevs, kesepakatan kedua pihak dilakukan pada Agustus tahun lalu. Perjanjian yang dilakukan adalah soal pembangunan pabrik, pengembangan produk bersama, hingga produksi lokal perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).

Pembangunan pabrik tersebut diharapkan mampu memperlancar rantai pasok, mengurangi biaya, dan meningkatkan daya saing produk. Polytron juga disebut bakal bisa kembangkan mobil listrik sendiri yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.

Bila berhasil terlaksana, Polytron akan memproduksi kendaraan elektrik lansiran Skyworth sebanyak 10 ribu unit dalam kurun tiga tahun mendatang. Bahkan jajaran direksi merek asal China tersebut sudah berkunjung ke pabrik Polytron di Krapyak, Jawa Tengah.

Dikonfirmasi lebih lanjut kepada Head of Group Product Electric Vehicle Polytron, Ilman Fachrian Fadly enggan membeberkan rencana tersebut secara rinci. “Soal itu saya tidak bisa jawab kalau mobil listrik Skyworth, bukan ranah saya,” katanya singkat kepada kumparan.

Niat perusahaan yang terkenal dengan perangkat elektronik rumah tangga itu sebelumnya sudah pernah mengutarakan niatnya untuk membuat mobil listrik. Hal ini ditempuh setelah Polytron merilis motor listrik Fox-R.

“Saya enggak bisa ngomong banyak tapi pasti bakal masuk ke roda empat listrik. Prototipenya belum ada, mobil ini sudah masuk RnD sudah dari tiga tahun lalu kira-kira,” terang Associate General Manager PT Hartono Istana Teknologi, Joegianto di Jakarta akhir 2023.

Secara total, Skyworth baru memiliki satu seri model yakni K Series. Terbagi menjadi K LHD, K RHD, K-i LHD, dan satu model masih berbentuk purwarupa yaitu CE11. Belum jelas, nomenklatur RHD dan LHD yang dimaksud apakah menunjukkan posisi kemudi.

Belum Lama Meluncur, Xiaomi Tarik 30 Ribu Unit Mobil Listrik SU7

Mobil listrik pertama Xiaomi SU7 resmi debut di China.  Foto: Xiaomi

Xiaomi dikabarkan berencana mengadakan program penarikan kembali atau recall untuk puluhan ribu unit mobil listrik SU7 di China. Langkah itu diambil setelah pabrikan menemukan masalah terkait fitur rem parkir otomatis.

Dilansir Car News China, Xiaomi SU7 memiliki salah satu fitur otonomos yang memiliki fungsi dapat membuat kendaraan terparkir secara otomatis. Perusahaan teknologi tersebut akan memberikan pembaruan sistem perangkat lunak.

Pada November tahun lalu, salah satu pemilik SU7 tipe standar melaporkan permasalahannya ketika sedang menggunakan fitur parkir tersebut. Saat sistem sedang berjalan, kendaraan tak mampu mendeteksi objek dengan tepat.

Alhasil, mobil tersebut menabrak dan menyebabkan baret-baret pada bodi. Akhirnya, pada 24 Januari lalu Xiaomi mengumumkan recall untuk 30.931 unit SU7 varian standar dengan rentang tahun produksi 6 Februari-26 November 2024.

Mobil listrik pertama Xiaomi SU7 resmi debut di China.  Foto: Xiaomi

Xiaomi memberikan penjelasan bahwa insiden tersebut disebabkan kegagalan sinkronisasi waktu layanan pencadangan cloud di dalam sistem. Perusahaan kini berupaya meningkatkan perlindungan pada sistem agar peristiwa serupa tak terjadi.

Butuh dua bulan dan pengujian kembali hingga Xiaomi bisa menyatakan sistem parkir otomatis yang tersemat pada SU7 dapat diandalkan serta lebih aman. Karena sistemnya perangkat lunak, pemilik tidak diharuskan datang ke bengkel resmi.

Mobil Listrik Murah Suzuki Meluncur 2028, Begini Wujudnya

Salah satu mobil konsep andalan, Suzuki eWX, calon Kei Car berteknologi BEV di Japan Mobility Show 2023.

Suzuki India bakal memperkuat lini produksi mobil listrik. Usai memperkenalkan produk pertamanya, Suzuki e Vitara, pabrikan berencana menambah pilihan elektrifikasi baru di segmen entery-level.

Disitat dari Motorbeam, Suzuki e Vitara dijadwalkan mengaspal pada Maret tahun ini. Sementara calon mobil listrik terbarunya yang memiliki kode Y2V diperkirakan mulai diproduksi pada tahun 2028.

Nantinya, kendaraan setrum berdimensi compact serupa kei car atau S-Presso itu akan menjadi mobil listrik yang dikembangkan secara lokal di India. Tujuannya adalah untuk menjangkau masyarakat menengah ke bawah.

Y2V ini produksinya akan ditargetkan sekitar 250 ribu unit dalam waktu 5 tahun. Langkah tersebut sebagai komitmen Suzuki terhadap mobilitas kendaraan listrik dengan harga yang terjangkau.Secara spesifikasi, Suzuki Y2V menggendong baterai dengan kapasitas 35 kWh yang artinya lebih kecil bila dibandingkan dengan Suzuki e Vitara yang dibekali dengan baterai 60 kWh.

Lebih lanjut, mobil ramah lingkungan ini konsepnya terinspirasi dari mobil konsep Suzuki eWX. Mobil konsep itu merupakan calon mobil listrik Suzuki yang ditujukan untuk menyasar first adapter.

Dengan kapasitas baterai yang lebih kecil, Suzuki meyakin peminatnya akan besar di perkotaan. Akan tetapi produksi Y2V secara komersial tergantung dari permintaan pasar, kondisi pasar hingga evaluasi biaya.

Di pasar mobil listrik, Y2V bakal bersaing dengan Tata Tiago EV dan MG Comet. Suzuki Maruti berencana meluncurkan enam kendaraan listrik hingga akhir tahun 2031 dengan beragam model mulai dari SUV hingga hatchback.SuzukiIndiaMobil ListrikMobil

Beli Mobil Listrik Bekas Wajib Perhatikan Garansi Baterai

Resmi Dibuka, Pengunjung Padati Pameran Otomotif GIIAS 2024

Sebelum meminang mobil listrik bekas, ada satu hal penting yang perlu mendapat perhatian serius, yakni terkait garansi baterai yang disediakan produsen atau agen pemegang merek yang mengimpornya.

Mobil listrik bekas yang kini beredar kebanyakan sudah berusia tiga sampai empat tahun. Pemberian garansi baterai juga beragam tergantung kebijakan pabrikan.

“Siklusnya yang sudah banyak bekasnya adalah mobil-mobil listrik yang sudah dibeli tiga tahun yang lalu umurnya. Pada saat itu, belum ada lifetime warranty buat konsumen,” kata Direktur OLXMobbi Agung Iskandar di Jakarta, belum lama ini.

Agung menuturkan ketika hendak mengambil keputusan pembelian, perhatikan kondisi dan syarat unit tersebut masih di-cover garansi. Kemudian cek klausul garansi baterai manakala pindah kepemilikan, apa masih berlaku atau hangus. Bila perlu pastikan ke diler melalui kontak layanan yang disediakan pabrikan.

“Selain itu cek juga buku servis rutinnya. Pastikan mobil tersebut harus rutin servis di bengkel resmi. Karena ini juga jadi masalahnya orang Indonesia, begitu mau dijual mobilnya, berhenti servis di bengkel resmi jadi garansinya hangus,” ungkapnya.

Perihal garansi baterai telah menjadi salah satu nilai jual produk kendaraan listrik di Indonesia. Tujuannya guna memastikan peace of mind konsumen ketika menggunakannya.

Sebelum ada stimulus garansi baterai seumur hidup yang digencarkan pada akhir-akhir ini, rata-rata pabrikan memberikan jaminan komponen tersebut selama delapan tahun. BateraiMobil ListrikIndonesiaGaransi MobilMobil Bekas

Australia Wajibkan Fitur Rem Darurat Otomatis, Banyak Model Bakal Disuntik Mati

AEB works by using radars to measure the distance to any vehicle in front, and then reacts if that distance shortens suddenly.

Australia akan mewajibkan mobil baru menggunakan fiturrem darurat otomatis atau AEB di mobil keluaran terbaru sebagai kelengkapan standar. Regulasi ini akan berlaku mulai 1 Maret 2025 mengacu Australian Design Rule atau ADR 98/00.

AEB menjadi kelengkapan standar kendaraan baik untuk mobil penumpang dan kendaraan angkutan ringan, sebagai sistem mitigasi tabrak belakang dan sejenisnya.

Ini mengakibatkan banyak model mobil di sana akan disuntik mati lantaran tak memenuhi standar baru tersebut. Namun begitu stok mobil yang telah disertifikasi sebelum 1 Maret 2025, masih bisa dijual hingga akhir tahun.

Lebih lanjut mulai 1 Agustus 2026, Australia semakin memperketat lagi standar mobil yang dijual di sana, yakni mewajibkan AEB untuk bisa mendeteksi pejalan kaki.

Kebijakan ini bertujuan meningkatkan keselamatan dan menyelaraskan regulasi setempat dengan standar Eropa. Bisa diprediksi, dengan implementasi kelengkapan atau teknologi baru itu, sudah barang tentu bisa meningkatkan harga jual ke konsumen.

Sesuai namanya, AEB dirancang untuk mencegah atau mengurangi tingkat fatalitas tabrakan dengan mengaktifkan rem secara mandiri saat mendeteksi potensi benturan.

Australasian Fleet Management Association dalam keterangan resminya merilis, mobil-mobil terkenal lainnya seperti Fiat 500, Renault Kangoo, Aston Martin DB11 maupun DBS, Lamborghini Aventador, hingga Porsche 718 akan disuntik mati.Disebutkan pula ANCAP atau Australasian New Car Assessment Program memastikan bahwa dengan adanya AEB bisa mengurangi kecelakaan hingga 55 persen, tabrakan belakang sampai 40 persen, dan trauma penumpang kendaraan hingga 28 persen.

APPI Ungkap Tren Pembelian Kendaraan Secara Kredit Masih Mendominasi

APPI: 2025 pembelian kendaraan masih didominasi dengan kredit
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno dalam kegiatan diskusi bersama dengan Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) di Jakarta. (ANTARA/HO-Forwot)

Skema pembelian kendaraan secara kredit pada tahun ini diperkirakan masih mendominasi dibandingkan dengan pembelian kendaraan secara tunai.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiranto di sela-sela acara diskusi Forum Wartawan Otomotif (Forwot) di Jakarta Selatan, Jumat (24/1/2025).

Menurut Suwandi, tahun 2025 kondisi di sektor ekonomi khususnya otomotif bakal menemui banyak tantangan. Mulai dari Opsen pajak hingga Pajak Pertambahan Nilai 12 persen.

“Nah dengan demikian menurut saya kalau pembelian kendaraan, memang di Indonesia itu tetap akan lebih banyak kredit daripada cash,” ujar Suwandi saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan.

Banyaknya pajak yang dibebankan kepada konsumen bisa berimbas kepada lesunya industri otomotif di tahun ini. Bahkan, Suwandi bilang bila tidak ditangani bisa berdampak pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dalam jumlah yang besar.

“Nah kalau tetap terjadi, penjualan mobil tinggal 700 ribu, tapi kalau tidak, minimal bisa terjadi PHK besar-besaran juga di Indonesia, terutama vendor-vendornya kan kasihan banyak UMKM,” tegasnya.

Namun, Suwandi juga mengapresiasi pemerintah karena pada akhirnya beberapa daerah sudah memberikan insentif atau melakukan penundaan terhadap Opsen pajak. Beberapa daerah memberikan insentif dengan kurun waktu yang berbeda mulai dari tiga bulan hingga satu tahun.

“Tapi si gubernur mengatakan untuk tahun 2025 ini yang X itu saya kasih insentif sebesar X juga, jadi artinya tidak akan ada kenaikan kan sebenarnya, tapi insentif namanya yang ada menerapkannya 3 bulan, 6 bulan, ada yang setahun,” pungkasnya.

Namun Suwandi juga menjabarkan, ketika ada peraturan baru tentang riwayat kredit atau Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Sehingga dulu kalau 70-80 persen kita bisa terima dan kita setujuin, memang hari ini tinggal 60 persen. Nah sisanya kalau dia nggak bisa atau mampu beli, dia sementara harus bersihkan dia punya nama terlebih dahulu,” katanya.

Suwandi menyarankan, bila masyarakat memiliki tunggakan atau catatan buruk di salah satu perusahaan pembiayaan, ada baiknya segera melunasi dan meminta pemutihan atau pembersihan namanya.

“Memang ada beberapa cara, dia datang ke tempat kreditnya yang lama, dia melakukan negosiasi untuk pelunasan, sehingga SLIK-nya itu nanti ke depan menjadi baik lagi,” tuntasnya.

Mitsubishi Motors Dikabarkan Tak Tertarik Gabung Aliansi Nissan-Honda

Makoto Uchida Presiden dan CEO Nissan Motor Corporation, Toshihiro Mibe Presiden Honda dan Takao Kato, Presiden dan CEO Mitsubishi Motors saat konferensi pers bersama mengenai pembicaraan merger mereka, di Tokyo, Jepang, Senin (23/12/2024). Foto: Kim Kyung-Hoon/REUTERS
Makoto Uchida Presiden dan CEO Nissan Motor Corporation, Toshihiro Mibe Presiden Honda dan Takao Kato, Presiden dan CEO Mitsubishi Motors saat konferensi pers bersama mengenai pembicaraan merger mereka, di Tokyo, Jepang, Senin (23/12/2024). Foto: Kim Kyung-Hoon/REUTERS

Di tengah isu rencana merger Nissan dan Honda, Mitsubishi Motors sebagai rekan sejawat ternyata dikabarkan tidak akan mengambil langkah serupa untuk bergabung dan memilih untuk tetap menjaga hubungan dengan kedua merek tersebut.

Dilansir Reuters, sumber anonim kepada kantor berita tersebut mengungkapkan saham Mitsubishi Motors turun 3,9 persen setelah sebelumnya sempat anjlok sebesar 6 persen. Sementara Nissan melandai 0,7 persen dan Honda 0,1 persen.

Rumor penggabungan Nissan dan Honda juga hingga kini masih tahap pembicaraan formal dengan waktu yang belum ditentukan. Langkah ini dipercaya berpotensi menjadikan aliansi otomotif tersebut yang terbesar ke-3 di dunia.

Mitsubishi Motors yang juga sebagai pemegang saham terbesar Nissan yakni 24 persen, dikatakan baru mengambil keputusan pada bulan ini terkait rencana merger tersebut. Penyatuan tersebut bisa menghasilkan 7,4 juta unit kendaraan.

Surat kabar asal Jepang, Yomiuri membeberkan alasan Mitsubishi Motors lebih mempertimbangkan untuk tidak bergabung karena dikhawatirkan akan cukup sulit untuk ikut mengambil keputusan manajemen karena peran yang sedikit.

Adapun Nissan dan Honda menetapkan proses merger tersebut bakal rampung pada Juni 2025, sebelum membentuk badan usaha baru paling cepat bulan Agustus tahun 2026 dan juga mengumumkan pembukaan saham perdananya.

Mitsubishi Motors saat ini tengah berusaha mempertahankan struktur yang ada sekarang untuk lebih fokus pada pengembangan model yang dipasarkan di negara-negara Asia Tenggara.

Citroen C5 Aircross, SUV Premium Asal Prancis yang Dijual Hampir Rp 1 Miliar

Selain Citroen eC3 dan C3 Aircross, Citroen Indonesia juga memasarkan salah satu varian flagship-nya yakni Citroen C5 Aircross. Sport Utility Vehicle (SUV) ini mengaspal pertama kali di Indonesia sejak Desember 2022.

Namun, menurut Citroen, ada beberapa alasan SUV yang didatangkan langsung Prancis jarang terlihat di jalan. Salah satunya adalah kuota impor Citroen C5 Aircross masih sangat terbatas untuk pasar Indonesia.

Kuota impornya hanya di bawah 10 unit per tahun. Selain itu peminat mobil asal Prancis di Indonesia tidak terlalu banyak.

Head of Public Relations & Event Citroen Indonesia, Niki Tamara mengatakan Citroen saat ini membuka kuota impor untuk C5 Aircross dan masih menjualnya.

Citroen C5 Aircross kita tetap jual namun penjualannya tergantung pesanan. Untuk mendatangkan dari Prancis biasanya harus inden 2-3 bulan,” kata Niki saat ditemui di kantor Citroen di Kawasan MT Haryono, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

Tampilan Citroen C5 Aircross. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Tampilan Citroen C5 Aircross. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Soal harga, SUV premium ini dijual mulai dari Rp 958 juta. Sementara untuk varian two tone dibanderol Rp 963 juta.
Secara dimensi, Citroeen C5 punya panjang 4.500 milimeter, lebar 1.969 milimeter dan tinggi 1.710 milimeter . Sedangkan wheelbase-nya 2.730 milimeter.
Jantung mekanisnya menggendong mesin 1.600 4 silinder turbo dengan 6 percepatan otomatis yang disalurkan ke roda depan. Tenaganya mencapai 165 dk dengan torsi 240 Nm.

Tampilan Citroen C5 Aircross. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Infotainment C5 Aircross menggunakan layar sentuh berukuran 8 inci yang bisa disambungkan dengan Apple CarPlay dan Android Auto. Selain itu, pengemudi dapat menikmati navigasi dan koneksi Bluetooth yang memudahkan komunikasi selama perjalanan.

Urusan fitur keamanan dan teknologi yang disematkan di mobil ini juga tidak kalah canggih. Citroen C5 Aircross dibekali sistem bantuan pengemudi cerdas seperti lane-keeping assist hingga adaptive cruise control.

Hyundai Creta EV Resmi Diperkenalkan, Harga Mulai Rp 340 Jutaan

Hyundai Creta EV. Foto: Hyundai
Hyundai Creta EV. Foto: Hyundai

Hyundai Creta EV resmi diperkenalkan di Bharat Mobility Global Expo 2025 di India. Sport Utility Vehicle (SUV) yang jadi salah satu unggulan Hyundai ini dihadirkan dengan beragam keunggulan dibandingkan dengan versi konvensional.

Disitat dari Motorbeam, mobil ini tetap menampilkan siluet dari varian ICE (Internal Combustion Enggine). Bedanya ada beberapa ubahan seperti grill depan dengan piksel berkelir piano black.

Creta EV menjadi mobil listrik pertama Hyundai yang diproduksi massal untuk pasar India. Ada lima varian yang ditawarkan oleh Hyundai mulai dari Executive, Smart, Smart (O), Premium, dan Exellence.

Kapasitas baterai Hyundai Creta EV tersedia dua pilihan. Untuk yang jarak standar dibekali baterai 42 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak 390 kilometer. Sedangkan yang long range dengan baterai 51,4 kWh yang bisa menempuh jarak 473 kilometer.

Motor listriknya hanya tersedia di bagian roda depan. Akselerasinya dari 0 hingga 100 kilometer per jam hanya butuh waktu 7,9 detik.

Hyundai Creta EV. Foto: Hyundai
Hyundai Creta EV. Foto: Hyundai

Pada varian baterai standar tenaga yang dihasilkan 143 dk dengan torsi 255 Nm. Sementara varian long range tenaganya 171 dk dengan torsi 255 Nm.

Hyundai Creta EV sudah didukung dengan Pengisian Cepat DC yang mampu mengisi daya baterai dari 10 persen hingga 80 persen dalam waktu 58 menit. Sementara untuk pengisian daya rumah menggunakan AC 11 kWh dapat mengisi penuh baterai dari 10 persen hingga 100 persen dalam waktu 4,5-5 jam.

Masuk ke dalam kabin, interiornya makin terasa nyaman dengan adanya layar digital ganda 10,25 inci yang berfungsi sebagai infotainment dan panel meter. Ada juga ambient lampu berwarna biru yang menunjukkan kesan elektrik pada mobil ini.

Mobil ini juga punya fitur yang tidak berbeda dengan mobil listrik Hyundai lainnya mulai dai i-Pedal, Driving Mode hingga Vehicle-2-Load (V2L).

Soal harga, mobil setrum ini dijual mulai dari 17,99 Lakh atau sekitar Rp 340 jutaan. Sementara pilihan warnanya ada dua warna dual-tone dan tiga warna matte.Hyundai CretaIndiaMobil Listrik